Beragam Ekspersi wajah di dalam lokal bus

Nepal, 8 april 2017

(Nepal: part 5) Beragam ekspersi wajah di dalam lokal bus

DSC_1161

seorang ibu dalam lokal bus

Pagi ini kabut tipis menutupi himalaya di kejauhan, putih salju  nya tidak seperti sore kemarin. pagi ini saya akan melanjutkan perjalanan menuju desa di kaki annapurna circuit, hari ini saya kesiangan karena seharian kemarin tenaga saya terforsir habis oleh perjalanan menuju pokhara, settingan alarm tidak mampu membuat saya lebih tepat waktu hari ini,tujuan perjalanan hari ini menuju nayapul, berjarak 3 jam perjalanan dari pokhara. saya memilih bertanya menggunakan lokal bus menuju nayapul kepada orang-orang yang saya temui di jalan. dan ada seorang bapak nepal yang berbaik hati menaikan saya ke dalam bus menuju ujung jalan untuk menstop bus menuju nayapul, di dalam bus pagi ini musik india menemani perjalanan saya, cukup menyenangkan di telinga dan untuk menyegarkan mata saya yang masih setengah terpejam. pandangan heran dari seorang ibu nepal berpakai sari berwarna kuning mencolok yang duduk di sebrang tempat duduk saya, saya yang berbeda wajah, bangsa, bahasa, pakaian dengannya, mungkin juga yang membuat ibu ini heran karena saya membawa tas besar seorang diri tanpa teman yang saya kenal di dalam bus ini.

DSC_1155

wajah polos dan manis anak nepal

Dengan beragam etnis, wajah-wajah orang nepal similiar dengan negara di asia selatan, china dan asia tenggara, tapi lebih banyak wajah orang nepal similiar dengan wajah india dengan mata yang tatapannya sangat tajam ( ah saya suka ini) kadang juga saya melihat wajah orang nepal yang similiar dengan orang china dan asia tenggara. di dalam bus ini saya melihat kehidupan dan banyak eksperesi wajah yang di tampilkan orang-orang lokal, wajah anak nepal yang sangat polos dan manis, wajah penuh senyum dari bapak nepal yang duduk di sebelah saya, sesekali bus berhenti untuk menurunkan atau menaikan penumpang lain dan banyak para pedagang asongan yang juga ikut menjajakan barang dagangan nya wajah-wajah tangguh untuk menghidupi keluarganya di rumah, perjalanan menggunakan local bus ini selalu menarik untuk di amatin, wajah lelah karena lamanya perjalanan, wajah sedih bayi kecil yang menangis karena bus penuh sesak dan panas, menggunakan moda transportasi lokal dan berbaur bersama orang-orang lokal merupakan sarana bagi saya sebagai orang asing untuk melihat banyak kehidupan dan mempelajarinya.

Mengintip hamparan salju abadi himalaya di balik ketenangan pokhara

(NEPAL:PART 4)  SOLO BACKPACKER

PERJALANAN MENUJU KETENANGAN POKHARA

DSC_1571

PHEWA LAKE, pokhara

Nepal negara di asia selatan yang beribukota di KATHMANDU dan merupakan kota terbesar di nepal, negara yang terletak di kawasan pegunungan himalaya ini merupakan negara yang terkurung daratan yang berbatasan dengan tiongkok (daerah otonomi tibet) di sebelah utara dan india di barat, timur, dan selatan. saya melihat nepal dengan beragam eksotisme nya termasuk keunikannya dengan bendera kebangsaan berbentuk segitiga siku-siku yang dua segitiga bendera nepal melambangkan dua agama yaitu hindu dan budha, dan juga melambangkan dua puncak gunung himalaya. Pertama kali menginjakan kaki di kathmandu saya di sambut dengan debu yang berterbangan di setiap sudut jalan, hari pertama di nepal saya terserang radang tenggorokan karena debu yang masuk dari rongga hidung sampai kerongkongan, saya mengerti kenapa kathmandu begitu berdebu karena nepal dan daerah-daerahnya sedang dalam pemulihan pembangunan pasca gempa bumi hebat pada 25 april 2015, 2 tahun yang lalu. gempa bumi 7.8SR dampak nya sangat kuat, karena yang saya lihah banyak bangunan di kathmandu yang masih runtuh dan belum di rekonstruksi ulang. menginjakan kaki di kathmandu dan pokhara membuat hidung saya terbiasa mencium bau dupa yang begitu khas hampir di setiap sudut pertokoan, hostel, gang sempit di thamel area bau dupa sangat menyengat.

20170407_063125[1]

KANTHI PATH, thamel, tempat pemberhentian tourist bus berbagai jurusan

Dan kota terkenal di nepal setelah kathmandu adalah POKHARA, karena pokhara merupakan kota penghubung para backpacker yang ingin melakukan pendakian menuju ANNAPURNA CIRCUIT harus melewati dan stay di pokhara dulu, jarak pokhara dari ibukota nepal di kathmandu hanya 7 jam perjalanan menggunakan jalur darat kalau tidak macet. pagi hari tanggal 07 april 2017 saya melanjutkan perjalanan menuju pokhara, dari tiket bus yang sudah saya beli di receptionist hostel tempat saya menginap di thamel area seharga 900NPR, sesuai arahan petugas hostel bus menuju pokhara hanya ada pagi hari dari jam 06.00pm-09.00pm saja, saya berjalan kaki menuju kanthi path jam 06.30pm setelah check out, kanthi path adalah tempat pemberhentian semua bus tourist berbagai jurusan, ternyata di kanthi path bisa membeli tiket tourist bus langsung tanpa perantara atau booking online dari jauh-jauh hari, membeli tiket langsung di kanthi path jauh lebih murah 500-700NPR dan bisa tawar-menawar dengan petugasnya, tenang jangan takut tidak kebagian bus karena di kanti path semua bus berjejer tinggal pilih mau menggunakan jasa armada yang mana, saya merekomendasikan untuk naik tourist bus saja, karena lebih nyaman dan kadang ada free wifi, bisa saja ke pokhara naik local bus harga nya sangat murah 200-350NPR tapi di nepal ini local bus nya sangat kecil ukurannya dan tidak nyaman untuk perjalanan jarak jauh, karena pokhara dengan jalur geografis yang naik turun, menggunakan local bus bisa menempuh waktu 12 jam kalau tidak macet, kalau macet mungkin bisa lebih, pengalaman saya dari kathmandu menuju pokhara yang seharusnya hanya 7 jam perjalanan, jadi 12 jam menggunakan tourist bus karena trafficjam (macet ). saya baru sampai di pokhara sekitar jam 17.35pm. selama perjalanan saya bertemu dan berkenalan dengan kawan berkebangsaan amerika bernama tim leiker tapi kawan saya ini sudah lama menetap di new dehli, india, tim bekerja sebagai IT dan pembuat robot yang sangat kreatif good job, hello tim hari ini saya menulis dan mengingat tentang kamu terima kasih sudah jadi teman perjalanan saya yang menghibur menuju pokhara di tengah-tengah kemacetan. terima kasih sudah berbagi cerita tentang perjalanan mu bersama maggie putri yang sangat kamu sayangi itu. you are good father TIM, terima kasih juga sudah tertawa melihat jari tangan saya yang kecil ini dan kamu menyebut dengan little finger. haha. you is giant finger tim.

IMG-20170407-WA0003[1]

TIM LEIKER, di dalam tourist bus menuju pokhara

perjalanan darat menuju pokhara sangat sayang untuk di lewatkan dengan tertidur, dengan jalur naik-turun membuat pemandangan di kanan kiri nya begitu menarik dengan lembah, sungai, dan pegunungan di kanan kirinya, aktivitas para penduduk yang terlihat dari dalam kaca bus, atau anak-anak kecil yang sedang berlari-larian di pinggiran sungai, dan banyak mobil-mobil tua pengangkut logistik yang berseliweran sungguh memanjakan mata saya di tengah kebosanan saat macet, melihat banyak anak-anak yang riang bermain di pinggiran sungai ingin juga rasanya berlarian bersama mereka, kadang untuk mengusir kebosanan selama perjalanan saya banyak memotret aktivitas masyarakat nepal, saat bus melewati pasar tradisional dengan sigap saya segera memegang kamera dan mengabadikan aktivitas di beberapa pasar traditional yang di lewati bus, nepal memang menarik kawan. setelah menempuh perjalanan selama 12 jam, jam 17.35 akhirnya saya sampai di pokhara, tujuan saya adalah mencari hostel di dekat danau phewa, saya memutuskan untuk berjalan kaki menuju jalan riverside, letak terminal dan danau phewa tidak terlalu jauh hanya 10 menit berjalan kaki, bisa menggunakan taxi 1-2 km bisa di tarif seharga 200-300NPR jadi saya memutuskan untuk berjalan bersama carriel besar saya yang beratnya 19kg agar lebih sehat. sore itu juga saya melihat himalaya dari rooftop tempat saya menginap, himalaya yng berwibawa dan bijaksana di tutupi salju abadinya yang selalu setia.

20170407_073614[1]

pemandangan bangunan dari kathmandu menuju pokhara

satu hal lain yang selalu saya percayai petualangan dan perjalanan di luar kotak kenyamanan akan banyak memberikan kita hal baru yang menarik untuk di pelajari, mengenal banyak manusia yang berbeda budaya, bahasa, agama, dan masih banyak hal lainnya, perbedaan itu malah membuat seorang petualang lebih bisa menerima perbedan itu sendiri, membuka pemikiran yang lebih luas tentang hidup, mendapatkan pengalaman dan teman baru, wawasan yang lebih luas, dan berani mengalahkan ketakutan akan dunia luar, dan saya secara gratis dan cepat bisa belajar banyak bahasa lain dari teman-teman yang bertemu saya selama perjalanan ini. saya selalu lebih tertarik dengan bahasa petualangan seperti ini.

Nepal, solo trekking to annapurna basecamp

(NEPAL:PART 3) SOLO BACKPACKER

MENGURUS TREKKING PERMIT DI KATHMANDU

SOLO TREKKING TO ANNAPURNA AND EVERST BASECAMP DONT WORRY, YOU COULD BE WITH YOURSELF.

Kesendirian bukanlah ujung dari ketidakmampuan diri berbicara lebih dekat kepada pikiran dan jiwanya, hanya saja kesendirian terkadang punya waktu tersendiri untuk mengenali jiwanya -kamiliaarifah-
‪+62_812-9056-9721‬_20170514_224111[1]

tourism board office, KATHMANDU

Malam hari saya tiba di kathmandu dan selesai mengurus visa nepal dan mengambil bagasi tas, saya langsung menuju area backpacker di THAMEL, sekitar 20 menit dari TRIBUVAN AIRPORT menggunakan taxi seharga 800 NPR (harga  tengah malam lebih tinggi) tapi beruntungnya saya bisa bertemu kawan asal malaysia dan indonesia di bandara jadi kami bertiga satu tujuan ingin ke daerah thamel karena faktor keberuntungan bisa share cost transportasi dan menuju thamel bersama, dan saya hanya membayar taxi seharga 270NPR, terjangkau dan saya bisa safe money untuk transportasi perjalanan berikutnya.saya memutuskan untuk beristirahat selama satu hari di THAMEL, kathamandu. tanggal 06 april 2017 pagi harinya sekitar jam 10.00pm saya berangkat untuk mengurus trekking permit di tourism board kathmandu tidak jauh dari thamel area hanya 10-15menit jalan kaki, ada 2 pilihan tempat untuk mengurus trekking permit di KATHMANDU dan POKHARA, tapi saya memilih untuk mengurusnya di kathmandu karena lebih murah untuk harga pembuatan trekking permit, ada 2 trekking permit yang harus di buat untuk mendaki annapurna circuit yaitu TIMS (trekking information management system) dan ACA (annapurna circuit area) 2 trekking permit ini seharga 4000NPR, dan ada pembeda warna permit untuk individual trekking berwarna hijau dan group trekking berwarna biru, karena saya individual trekking saya mendapatkan permit berwarna hijau, membuat trekking permit untuk mendaki ANNAPURNA CIRCUIT ataupun EVERST BASECAMP sangatlah mudah, saya hanya mengisi,melengkapi formulir dan siapkan pas foto 4×6 sebanyak 2lembar dan kalau pun tidak membawa pas foto jangan khawatir di tourism board menyediakan foto gratis, dan yang paling penting sebelumnya siapkan travel insurance (asuransi perjalanan) karena akan di tanya pada lembar form, ini penting karena untuk menjaga keselamatan saat pendakian,saya menggunakan insurance online dari worldnomads.com seharga 56 USD, pembayarannya menggunakan kartu kredit. menurut saya memang wajib pendaki membekali diri dengan TRAVEL INSURANCE karena saya berpikir ke depannya saya tidak akan tahu keadaan saya selama pendakian akan baik-baik saja atau tidak, apalagi saya akan solo trekking dan membutuhkan waktu cukup lama selama perjalanan pendakian. membuat trekking permit di kathmandu sangat lah mudah dan cepat sekitar 30 menit trekking permit sudah ada di tangan dan siap berangkat untuk besok menuju ANNAPURNA. setelah selesai mengurus trekking permit, saya kembali ke thamel area, untuk melengkapi peralatan yang masih kurang. di thamel area ini merupakan surga berburu dan belanja alat-alat outdoor yang mendunia, bagi backpacker pas-pasan seperti saya pilihan tepat adalah menyewa peralatan seperti SB (sleeping Bag) dan trekking pool yang memang sengaja tidak saya bawa dari indonesia, saya merekomendasikan untuk teman-teman BACKPACKER untuk menyewa peralatan pendakian di KATHMANDU saja karena deposito dan harga sewa jauh lebih murah di bandingkan menyewa di POKHARA.
20170406_190733[1]
persiapan menuju annapurna
selesai menyewa peralatan pendakian saya menyusuri jalan di thamel, sengaja saya berjalan-jalan menikmati thamel sore hari, selain untuk mencari angin di lembah kathmandu yang terkenal ini, sekaligus saya ingin mencari kedai kopi, karena saya teringat sahabat yang membuat saya bersemangat menyusuri banyak perjalanan panjang ini, dia akan selalu menjadi seseorang “DIBALIK AWAN” saya, mimpinya ingin sekali ke kathmandu suatu saat saya akan membawa kamu ke sini ya tolong di terima dan di luangin waktunya, hehe. kedai kopi di thamel atau nepal lebih terkenal dengan HIMALAYAN COFFEE. saya senang sekali di thamel juga banyak terdapat book store itu artinya surga belanja buku-buku bagus untuk saya, saya selalu mengarahkan diri saya selama perjalanan lebih baik kita habiskan untuk membaca dan diam memaknainya. setelah semua perlengkapan selesai, saya kembali ke penginapan untuk packing dan istirahat untuk perjalanan 07 april 2017 menuju POKHARA.
20170406_141459[1]

formulir permit TIMS DAN ACA

Membuat Visa Nepal

(NEPAL:PART 2) SOLO BACKPACKER

SELAMAT MENJELAJAH PETUALANG TANPA BATAS

VISA ON ARRIVAL YANG SANGAT MUDAH DAN PRAKTIS

‪+62_812-9056-9721‬_20170514_173800[1]

Masih di tanggal 05 april 2017, setelah selamat mendarat di tribhuvan airport KATHMANDU jam 23.30pm, langkah selanjutnya untuk memasuki nepal adalah membuat VISA. visa nepal bisa langsung di buat di bandara  atau langsung dengan VOA(visa on arrival), harga visa nepal bervariasi tergantung berapa lama kita akan mengunjungi negara atap dunia ini. saya mengambil visa 15 hari seharga 25 USD, untuk visa 30 hari seharga 40 USD, untuk visa 90 hari seharga 100 USD, sedangkan hanya untuk transit selama 3 hari hanya di kenakan biaya seharga 5 USD.

pemohon visa hanya tinggal menuju imagesmesin otomatis pembuat visa sebelum pintu imigrasi, pemohon visa hanya tinggal memasukan data diri di formulir mesin otomatis dan nomor pasport. dan untuk yang tidak membawa foto untuk  syarat pembuatan visa tidak perlu khawatir dan takut, karena di mesin otomatis kita bisa juga langsung foto sesuai ukuran dan ketentuan foto untuk membuat visa, tunggu struck untuk tanda dan nomer visa yang di keluarkan mesin otomatis, dan untuk melakukan pembayaran tunai bisa langung menuju loket yang tidak jauh dari mesin otomatis, untuk pembayaran visa hanya bisa menggunakan uang USD, SGD(singapore), AUD   (australia), HKD (hongkong), setelah selesai melakukan pembayaran. saya langsung menuju bagian ruang imigrasi nepal, dengan di sambut keramahan dan senyuman dari petugas imigrasi, dan yang terpenting adalah cap stempel untuk bisa segera memasuki nepal dan menuju THAMEL (AREA BACKPACKER) di KATHMANDU.

NAMASTE

WELOCOME TO NEPAL

DAN SELAMAT BERPETUALANG PENJELAJAH TANPA BATAS.

Batas diri

Nepal, 5 april 2017

(NEPAL:PART1) SOLO BACKPACKER

PERJALANAN MENUJU DINGINNYA PEGUNUNGAN HIMALAYA

MENANTANG DAN MELAMPAUI BATAS DIRI

DSC_1305

bermimpilah, mimpi dan usaha akan membawa kita melampaui batas diri dan meredam ketakutan yang tidak pernah kita tahu sebelumnya -kamiliaarifah-

Hidup membawa saya menemui titik lain dari sebuah pengalaman, saya suka hal baru dan ingin terus banyak belajar dari banyak perjalanan dan budaya lain, ini sensasi lain dari perjalanan. semakin menjauh kita dari tanah kelahiran semakin kita mencintai tanah tumbuh besar kita, itulah kenapa harus ada sebuah babak hidup yang bernama perjalanan.
april bulan di mana saya memutuskan untuk rehat dan meninggalkan tanah air selama 1 bulan, saya ingin membiarkan dan mengajari diri saya terkatung-katung mencari banyak jalan yang tidak pernah saya tahu sebelumnya, dan saya ingin memutus paradigma bahwa perjalanan hanya sekedar “JALAN-JALAN dan menghamburkan banyak UANG” oh no kawan dari perjalanan kita bisa belajar banyak hal,  dari tiket promo yang saya dapatkan saya memilih 2 negara di asia selatan “NEPAL dan INDIA”.
GIVE THE BEST GIFT FOR MYSELF IN APRIL, inilah yang menginspirasi saya melakukan perjalanan selama 1 bulan, negara pertama yang akan saya jelajahi adalah NEPAL, april adalah bulan kelahiran saya, saya ingin memberikan perjalanan terbaik untuk hidup saya yang hanya satu kali ini, nepal merupakan negara impian saya 2 tahun belakangan ini saya selalu menanamkan rasa kepercayaan diri yang kuat untuk pikiran saya, bahwa setiap mimpi akan terwujud satu persatu dan biarkan tuhan dan alam yang memproses hasil dari pikiran dan mimpi kita itu.
nepal merupakan negara tujuan wisata kelas dunia, di mana negara atap dunia ini di kelilingi barisan pegunungan himalaya membuat negara ini banyak di kunjungin visitor dari berbagai penjuru dunia, untuk melakukan trekking menuju jalur legendaris yaitu EVERST. tapi kali ini tujuan saya adalah solo trekking menuju annapurna
20170406_182142[1]
 tanggal 05 april 2017 saya terbang menuju nepal, dengan 1 kali transit di kuala lumpur seharusnya dari CGK-KLIA-KTM hanya memerlukan waktu 7.5 jam untuk sampai ke tribhuvan international airport, tapi karena delay selama 8 jam di KLIA AIRPORT saya baru sampai kathmandu jam 23.30pm yang seharusnya saya sampai jam 15.00pm.
NEPAL WAIT ME FOR AROUND ANNAPURNA BASECAMP…