Batas diri

Sumber: Batas diri

Advertisements

ji

india, 23 april 2017

( agra ) ji

tidak ada yang kebetulan di dunia ini ji, aku selalu mempercayai takdir ku, pertemuan ku dengan mu, ketulusan yang aku temui dari balik ribuan mimpi ku melangkah dari tempat ku tumbuh dan besar jauh di tanah yang tidak pernah kau injak dan kau ketahui sebelumnya, aku mempercayai tuhan mengirim mu sebagai satu ketulusan dan kebaikan yang utuh untuk ku, sudah aku jalani kedinginan atau panas yang menghempas tubuh ku, sudah aku rasakan penuh sesak di antara ribuan manusia dalam satu gerbong kereta yang mencari penghidupan layak dan tujuan mereka bergerak ke masa depan, menuju tempat pulang, tidak aku perdulikan ketakutan ku akan tempat asing dan manusia asing yang akan menggetarkan kepercayaan diriku, sudah aku abaikan banyak kegagalan dalam hidup ku sebagai manusia yang selalu mencari rasa aman dan nyaman di setiap jerih usaha ku, aku melangkah dan takdir lain mempertemukan aku dengan mu, seorang asing yang baru aku kenal di losmen murah di pinggiran tajmahal yang sama-sama tidak sengaja kita sewa, kamar dormintory sempit dengan empat ranjang tidur, dan ruangan sesak yang harus sama-sama kita tempati dan  berbagi oksigen untuk 3 kepala manusia yang berbeda, ujung tempat tidur dekat jendela itu tempat kamu membaringkan tubuh mu dari lelahnya petualangan panjang dan kesendirian mu selama ini, aku melihat mu, kamu seseorang yang tidak sengaja aku sapa dari balik kamar sempit itu, sebentar saja waktu kita untuk berbagi banyak hal, kamu menceritakan petualangan akbar mu menjelajahi nepal sampai akhirnya kamu di lempar takdir menuju new dehli, melanjutkan perjalanan mu sampai akhirnya kamu bertemu dengan ku di agra tajmahal tempat yang kau kagumi yang membawa mu sanaoi ke negara ini, dan tempat asing yang membuat kamu mempunyai pengalaman buruk. satu hari setelah perkenalan kita, tubuh ku tumbang kelelahan, karena faktor cuaca di india yang sudah memasuki musim panas, cuaca yang sangat panas membuat tubuhku tidak bisa beradaptasi dengan baik serta makanan yang menjadi faktor penyebab tubuh ku akhirnya harus di istirahatkan, kamu ji seorang asing yang baru aku kenal yang mau membagi keperdulian mu, seorang asing yang dengan tulus memberiku obat dan segelas air putih, kamu ji seorang pendengar yang baik untuk tiap-tiap cerita perjalanan ku yang aku bagi saat kamu menuntutku menghirup udara sore di bangku tajmahal, saat tubuh ku terlalu lemah untuk berjalan sendirian menyusuri perhentian perjalanan ku di agra ini, aku melihatmu seperti aku melihat diriku sendiri, ada kesepian yang menjadi kawan dan lawan untuk kita, aku melihat diriku ada di dirimu cara mu berpikir, cara mu keluar dari masalah, cara mu menertawakan keadaan yang tidak baik, cara mu tersenyum lebar, aku yang seperti bercermin kepada diriku sendiri melihat kamu.

aku ingat ji, sore terakhir aku di agra, sore itu kita menepi lagi memandangi tajmahal yang begitu megah dan indah

 

thirteen

nepal, april 13 2017

(nepal: part 11) thirteen

DSC_1323

the real journey is home to hug a mother who never gets out of prayer for her child. thousand of steps i got out of my fear of dreams that i have always felt and could now be touched by my footing on a very strange land. the little child in me whispered “i missed my mother embrace”. the morning air touched my cheek, very cold, my body shivered, thirteen smiled at the edge of my bed. i have been six days walking with my silence, approached thirteen, through his bushy annapurna forest. thirteen asked me, how many steps have you taken to approach me so far away? you are already at an altitude 3200 m.a.s.l (10,498 feet), your face is always excited never change. definitly, you are very tired of your question to me. you talking to me, “life is a journey my darling friend” without a journey, you dont feel the meaning of tired, sick, happy, meet many kindness, unfortunely, share your experience, meet be yourself, from a journey you could it many feel. dont wasted your life in one box, stand up, see the world. hear the wind, touch your step, life is not an escape, but life is a stop for you to think.

 

c

walking in the middle of the modi kola valley, only me and my shadows without another people. follow the flow of river valley. i shouted to the wind and the steam of the river about myself and my search, i talking to valley “this is my dream for approach you”. i keep walking towards manchapuchre base camp, already 10 hours im walking, contemplating and grasping thirteen, im grateful for many chance for my life. living is just this once. and i will keep going for a lot of out there.

for the god and thirteen, thank u so much. thank you for the protection wherever i am.

for thirteen, thank you for choosing me to accompany you and waiting for you, this journey is a present  from me to you.

happy birthday my soul, thirteen and april..

 

Wandering

Nepal, april 12th 2017

(Nepal : part 10) Wandering

Hello journeys, my old friends. how are you? i want to tell you. about one day before later i meet april, this day i still in the middle annapurna forest, this my 5 day walking the annapurna valleys. the silence enveloped this journey, i saw many foreign faces including myself so strange, i could not see the shadows of myself clearly, there is very long longing that i so far, the journey take me to another point, the point where i want to mature from a journey. no im that gifts myself with the journey, but it was the journey that gift me with the many things i had to learn from every steps and meet with the many fears i had to face, interpret various other colors of the many diferences that i do, i want to dive various essence fill my limitation by learning many things that i dont know, writing journey so that i dont forget my process as a human being who wants to always learn.

waterfall

waterfall at modi kola valley

the journey will given me a lesson of various insight. i want to grow and live with the journey. i learn about annapurna, annapurna valley range of the himalaya mountains various ethnic nepali can be meet in here.The trail passes along paddy fields and into subtropical forests, several waterfalls and gigantic cliffs, and various villages. Annapurna Circuit has often been voted as the best long distance trek in the world, as it combined, in its old full form, a wide variety of climate zones from tropics at 600 m asl to the arctic at 5416 m asl at the Thorong La pass and cultural variety from Hindu villages at the low foothills to the Tibetan culture of Manang Valley and lower Mustang. Continuing construction of a road has shortened the trail and changed the villages With construction of the road, mountain biking is becoming popular, with Mustang in particular is becoming one of the world’s most popular mountain biking destinations.

DSC_1226

child in annapurna valley

i want to keep growth from the journey and learn from it.

Secangkir Kopi yang terlalu dingin

Nepal, 11 april 2017

(Nepal : part 9) Secangkir kopi yang terlalu dingin

Dingin menyelimuti tubuh saya sore ini, 2 hari menjelang 13 april, hari ini saya sampai di chommrong, 10 jam jalan kaki dari tadaphani, seperti biasa banyak nya turis group membuat penginapan full booked, dan lagi-lagi saya mengandalkan keberuntungan dan doa untuk mendapatkan penginapan, tidak masalah di dinning room, asal tubuh saya bisa di rebahkan untuk malam ini, tapi hari ini saya beruntung saya mendapatkan kamar dormintory dengan teman dari australia, melissa applegaten dia memperkenalkan namanya, dia pernah tinggal di indonesia, kemang jakarta beberapa bulan, dia pun trekking sendiri, di nepal hanya jadi persinggahan nya untuk 2 minggu, setelah itu dia terus akan melanjutkan perjalanan panjangnya ke peru dan banyak negara lainnya, melissa akan menjadi teman petualangan saya yang baru, chommorong sore ini begitu tenang, saya sengaja mandi di chommorong karena di sini saya mendapatkan free hot shower sudah 4 hari saya tidak mandi, sekaligus meregangkan otot-otot saya yang kaku dan sakit dengan air hangat, dan saya sengaja mencuci baju di sini, mellisa pun sama dia mencuci beberapa pakaiannya.

DSC_1412

lembah di dekat chommrong

rooftop di penginapan ini langsung berhadapan dengan puncak bersalju himmculi, saya turun ke bawah untuk minum kopi bersama dan bercerita banyak kepada melissa sore itu sambil memandangi himchuli, dan kami kembali ke lamunan masing-masing, selama perjalanan ini saya selalu membolak-balik buku kecil pemberian sahabat saya di indonesia, setiap saya membaca buku kecil ini ada jeram semangat yang selalu menguatkan langkah kaki saya yang kadang sempoyongan, ada beberapa luka di kaki saya ini kadang menghambat kecepatan berjalan saya, kadang saya takut menghadapi kenyataan perjalanan saya sendiri, angin sore ini membalikkan kisah-kisah lama saya akan banyak perjalanan yang lalu, saya teringat akan beberapa kesalahan yang saya lakukan, menjauhkan saya akan kedekatan yang teramat dekat hingga ke satu titik kehilangan, angin lembah pegunungan ini membawa ketenangan dan pilu 2 hari menjelang kado tersunyi di hidup saya ini, saya mencari perjalanan yang dulu sampai sejauh ini, langkah yang di beranikan oleh pikiran saya sendiri, anak kecil kampung yang dulu sering berlarian mengejar layang-layang atau membabat habis kebun tetangga, anak kecil kampung pembuat onar juluk para tetangga rumahnya dan masalah di lingkungan dan tetangga di sekitarnya, hari ini di bawa keyakinannya ke tempat jauh agar dia terus belajar tentang hidup, belajarberbagai karakter manusia yang bisa di pelajarinya dalam perjalanan, mempelajari perbedaan budaya, keyakinan dari orang-orang asing yang tidak di kenalnya, memahami makna dan setiap ketulusan dan terjalnya perjalanan, sungguh perjalanan membuat anak kecil kampung ini keluar dari hidupnya yang dulu, hidup yang sekarang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya, kekuatan keberanian yang terkadang di barengi ketakutan besar nya akan dunia asing, hari ini anak kecil kampung akan terus menyusun perjalanan besarnya itu janjinya kepada dirinya yang selalu ketakutan akan masa depan yang selalu di bicarakan orang-orang di lingkungannya. kopi sore yang terlalu dingin ini memberi keyakinan besar untuk saya terus hidup dan mempelajari banyak hal.

 

 

Tawaran kencan

Nepal, 10 april 2017

(Nepal : part 8) Tawaran kencan

Perjalanan tidak selamanya mulus dan lancar-lancar saja, tidak selama nya di setiap perjalanan kita menemui ketulusan di setiap banyak kebaikan yang datang menghampiri, kadang keberuntungan dan kesialan hadir bersebelahan, menyapa saya dengan berbagai hal yang tidak pernah saya duga sebelumnya, mereka berdua mengajari saya artinya berpikir dan bertindak lebih baik lagi, perjalanan ini mengajari saya bertumbuh dengan kebijaksanaan yang di milikinya, perjalanan terus membawa dan menuntun langkah kaki saya menyusuri hutan annapurna dengan berbagai macam budaya, penduduk asli nepal yang banyak saya temui, kuda yang banyak berkeliaran di sepanjang jalur pendakian, anak-anak nepal yang manis dan sederhana berlarian menertawakan masa kecil mereka yang penuh canda tanpa dera, perjalanan saya sudah memasuki hari ke empat, 3 hari berjalan kaki tubuh saya di hari ke empat ini sudah mulai beradaptasi dengan route trek yang menanjak, malam tadi saya beristirahat merebahkan diri di desa ghorephani, keberuntungan menghampiri saya malam itu, empat trekker asal rusia yang saya temui di bawah saat trekking menginap d lodge yang sama, kehadiran pasha teman rusia saya malam ini di lodge menghibur trekker lain nya di ruang penghangat, pasha mahir memainkan instrument tradisional dari india, hasil dia menetap lama di varanasi,india. malam itu saya menutup hari dengan obrolan, omellet dan teh hangat menu makan malam saya malam itu, dan mengobrol untuk menghilangan udara yang sangat dingin dengan pasha dan julia sebelum saya pamit untuk beristirahat, hari ini saya akan melanjutkan perjalanan menembus rimba ghorepahni menuju tadaphani, sebelum saya berpamitan dengan pasha dan julia, mereka menjamu saya dengan breakfast gratis dan sedikit kurma untuk bekal saya di perjalanan nanti, setelah berpamitan dengan ke empat teman baru saya, tiba waktu saya untuk melanjutkan perjalanan, pagi ini hutan ghorephani terasa sangat dingin dan menyegarkan mata saya, saya terus berjalan merambah rimba ghorehani, berjalan sendirian saya tengok tidak ada trekker lain yang melewati jalur ini, mereka melewati jalur lain, saya terus berjalan mengikuti jalur setapak sambil merasakan angin yang berhembus dan tetesan keringat yang keluar dari pori-pori tubuh saya, membuat saya agak sedikit menggigil kedinginan, sampai lah saya di satu bukit, degup nafas tidak beraturan, dada terasa sakit, tulang bahu yang pernah patah 10 bulan yang lalu mulai terasa lagi sakitnya, akhirnya saya memutuskan untuk beristirahat dan menaruh beban tas saya yang saya bawa, bukit ini kosong tidak ada orang satupun yang lewat jalur ini, setelah bahu saya mulai berkurang rasa sakitnya, saya segera menyambar tas lagi dan melanjutkan perjalanan, pemandangan di bukti ini langsung menghadap puncak annapurna, sesekali sambil mengatur nafas saya menatap puncak annapurna, perjalanan yang masih sangat jauh, desa tadaphani dari ghorephani berjarak normal 7 jam berjalan kaki, tapi seperti biasa saya lebih memilih slowly walking agar tetap bisa menyeimbangi tubuh saya yang keterbatasan tenaga ini.

DSC_1302

budha flag on hill

karakterstik hutan menuju tadaphani ini jalur nya naik turun bukit, sangat menguras tenaga, banyak tebing-tebing indah yang saya lewati mengingatkan saya akan gunung rinjani dan gunung lawu yang jauh di tanah air tercinta sana, hutan yang saya lewati ini memiliki tebing-tebing indah, tiba-tiba saya mengingat sahabat saya, saya pernah melewati segala hal dengannya, termasuk tebing-tebing indah ini pernah kami lewati dan rasakan bersama di antara tebing itu kami selalu tertawa tanpa henti, kelelahan bersama dan banyak hal lain nya yang saya lewati dengannya, saya selalu mengingatmu di sepinya perjalanan ini gajah, saya merindukan mu. saya sempat beristirahat di balik teduh nya tebing indah yang banyak di alirin mata air ini dan sungai, saya melihat ada dua orang india yang juga sedang beristirahat saya memutuskan untuk bergabung bersama mereka dan meminjam lighter untuk memasak air, karena bekal air minum saya sudah menipis, dua orang india ini hanya 5 menit beristirahat dan mereka pamit untuk melanjutkan perjalanan, tinggal lah saya seorang diri lagi, karena hari sudah siang dan saya belum makan dari pagi, saya akhirnya membuat susu untuk tambahan energi, selama perjalanan ini saya sengaja melewatkan setiap makan siang, karena uang yang saya bawa tidak banyak, dan perjalanan saya masih sangat panjang untuk sampai annapurna base camp, uang saya hanya cukup untuk bayar setiap penginapan dan satu kali makan malam. setelah berjalan sendirian merambah rimba dan bukit kosong saya akhirnya bertemu dengan dua trekker asal jerman, dengan nafas terengah-engah dan meneguk air di botol minum,lalu saya duduk untuk menenangkan nafas, saya sempat bertanya kepada salah satu trekker yang sedang sibuk mendokumentasikan annapurna dengan kamera pocketnya, where are u? im from germany, and im with my friend, you without porter and guide? no, im just with my friend, with porter and guide very exspensive, dan salah satu trekker bertanya balik kepada saya, where are you from? im from indonesia, and u alone? yes im alone. dan mereka berdua berbicara berbarengan “you are crazy” without friends, guide and porter. dan mereka pun melanjutkan perjalanan mereka lagi, dan saya masih duduk dan menikmati bukit kosong yang luas ini.

DSC_1323

tumpukan batu, seperti stupa, di daerah mayoritas budha ini biasa di lakukan

sebelum sampai tadaphani saya banyak bertemu dengan Big Group mereka kebanyakan berasal dari thailand dan korea selatan, satu group biasa nya akan ada satu guide dan beberapa porter yang membawa barang turis-turis ini, kadang group ini menghabiskan tempat untuk satu lodge, dan yang solo trekking berdoalah semoga ada keberuntungan dan bersiap lah untuk tidak kebagian penginapan karena semua sudah full booked, malam ini saya tidur di loteng penginapan yang penuh asap dari ruang penghangat, karena dinning room hanya khusus di perutukan untuk guide, porter dan orang-orang nepal. ada hal menarik di sini yang bisa saya ambil pelajar mana yang benar-benar tulus berbuat baik, mana yang berbuat baik karena tuntutan pekerjaan, tersenyum kepada kita karena jabatan seseorang atau penampilannya. saya mendapatkan penginapan di loteng atas, karena bantuan dari seorang guide yang membawa group turis dari  thailand. awal nya saya mengira dia membantu saya karena ketulusan, tapi setelah saya pelajari guide ini punya niatan di balik semua ini, saya mempelajari satu tabiat yang mungkin menjadi khas di sini saat mereka ingin mengajak kencan mereka akan langsung to the point dengan mengatakan “I LOVE YOU” itu berarti mereka ingin hubungan di luar pertemanan atau kencan di tempat tidur, oh shit guide yang membawa rombongan thailand ini memang agresif, dia mengira karena saya solo trekking sendiri, dan dia bilang pada saya agar kamu tidak merasa kesepian, oh shit keadaan yang tidak baik malam ini untuk saya, dan tanpa basa-basi saya bicara kepada guide agresif ini, bahwa saya tidak bisa dan saya harus menjaga jarak dari kamu, cepat-cepat saya menghindar dari guide dan keadaan tidak waras ini, dan cepat-cepat keluar dari keadaan ini, saya buru-buru berjalan ke ruang penghangat dan bergabung bersama para turis bergroup dari india, untuk menghindari guide group thailand yang agresif ini.

Pelajaran lain nya yang saya alami di nepal saat ada orang yang mengajak makan dan langsung mengatakan “I LOVE YOU” untuk pertemuan pertama kali nya satu hal yang bisa saya tarik kesimpulannya mereka bermaksud memberi PENAWARAN KENCAN. hal ini juga saya alami saat berada di thamel.

 

Perjalanan yang baru saja di mulai

Nepal, 09 april 2017

(Nepal : part 7) perjalanan yang baru di mulai

Jangan pernah percaya kamera seorang petualang, tapi menyelam lah ke dalam ingatan nya akan selalu kau temui senja yang selalu basah di sana

 -M.AAN MANSYUR-

DSC_1222

south annapurna, terihat dari desa ulleri

Puncak bersalju himchuli (south annapurna) pagi ini menunjukan senyum simpul nya yang begitu misterius, terlihat indah memandang puncak bersalju ini dari kejauhan, tapi begitu mematikan saat para anak manusia ingin menyentuh puncak keabadiannya. pagi memang selalu menakjubkan, beragam warna di atmsofer bumi membentuk jingga yang menawan, biru yang seperti primadona di nantikan banyak kehidupan, untuk memulai mimpi dan hidup kembali, menyusun langkah-langkah besar perjalanan, atau berandai-andai di temani segelas teh hangat memandangi puncak himchuli yang menembus langit biru, saya setengah berbisik kepada pikiran dan puncak annapurna yang tinggi menjulang “ini baru langkah awal kamu menjajaki saya (annapurna), perjalanan 1 bulan ini permulaan, melangkah lah lagi menyusuri beragam warna lain di bumi yang maha luas ini, melangkah lah lebih lama lagi menemui jiwa mu yang lainnya yang hampir mati karena kamu tidak pernah memperdulikannya”.

DSC_1193

anak-anak nepal, sungai di dekat birethanti

Tubuh saya di hari ke dua trekking ini masih beradaptasi dengan route trek yang selalu menanjak, pagi ini otot-otot saya terasa kaku semua, alam memang sedang mengajari saya cara bertahan dan harus tahan banting menghadapi banyak pengalaman dan hal baru, pikiran saya menenang kan hati dan tubuh “its oke, everything gonna be oke”, hari ini saya start trekking lebih pagi, malam tadi saya memutuskan untuk beristirahat di ulleri setelah berjalan sekitar 7 jam di hari pertama saya memulai trekking. route di lembah annapurna ini banyak sekali saya temui aliran sungai, sungai deras yang gemerecik air nya menemani langkah kaki saya yang kadang sangat kepayahan menyelesaikan route-route menanjak, tujuan perjalanan saya hari ini menuju ghorephani, desa di dekat poon hill, bagi sebagai turis asing poon hill sangat lah familiar karena route trek dan lama perjalanan yang tidak akan menguras banyak tenaga, hanya 3 hari perjalanan menuju poon hill, route trek birethanti sampai poon hill banyak kuda-kuda berkeliaran di sepanjang jalur trek, masyarakat di desa ini memanfaatkan kuda untuk membawa barang-barang, jarak ulleri ke ghorephani yang biasa normal di tempuh 8 jam berjalan kaki, dan karena saya melakukan slowly trekking saya sampai di ghorephani 11 jam perjalanan, di perjalanan menuju ghorephani saya bertemu dengan 4 orang kawan dari rusia, hanya dua orang yang saya ingat namanya “pasha dan julia”, saya sempat memasak air untuk minum dan makan siang bersama mereka di pinggiran sungai, beristirahat sekaligus memulihkan tenaga, mereka juga memberi saya kurma untuk memulihkan tenaga, karena hari ini perjalanan memang banyak menguras tenaga dengan beban tas yang lumayan berat, membuat saya semakin bersemangat untuk menyelesaikan trek yang di sajikan lembah annapurna ini.