Tanah impian! Pangkal bulan enam

Nepal, June 2018

IMG_20180614_064723

Jangan tanya kenapa banyak orang asing mencari cari jati diri nya ke tanah tanah asing yang tidak pernah mereka jamah, mereka sama seperti juga beragam kata yang mudah muncul dan hilang menjadi asing,  lalu menyelam bebas menjadi beragam alasan untuk kembali menemukan hal hal yang hilang kemudian kata  tidak akan bisa terjabarkan dengan sederhana. Aku punya hobi  mengulang hidup menjadi orang asing, seperti menemukan mu dulu keterasingan lah yang memperkenalkan bagian awalnya. Hari ini saat Pesawat mu telah menembus ruang waktu, melintasi samudera awan, melintasi garis cakrawala menjauhi kau dan aku dari tanah yang menjadi identitas kita berdua seumur hidup, menjadi kebanggaan dan pertanyaan setiap orang asing dari mana kita berasal. Di pangkal juni yang sedikit berair Kau telah tiba di kota dan tanah impian mu, kota yang juga kau selalu dengar dari lirik lirik lagu dan file musik mu, dan aku yang baru berhasil membawa pergi jauh semua kesibukan dan jam kerja yang telah menggadaikan impian mu bertahun tahun.  Debu debu tebal adalah wajah kota ini, anjing anjing liar pemalas menjadi pemandangan yang biasa setiap harinya, keruwetan kendaraan,  kuil kuil tua tidak terawat, pasar tradisional yang penuh sesak setiap harinya, orang orang berdoa di kuil kuil tua, penganut budha keturunan tibet dengan taat memutar roda roda doa semakin cepat putarannya semakin doa mereka sampai ke langit atau berdoa membangkitkan seluruh badan sampai menyentuh tanah memutari stupa, bunyi lonceng penghormatan kepada dewa dewa selalu berdenting setiap melintasi kuil, bangunan bangunan abad pertengahan zaman kerjaaan akan membulatkan  warna hitam bola mata mu, modernitas dan budaya tradisional menjadi kontras yang sempurna di tengah kota ini,  kathmandu kathmandu kau menyanyikan nya berulang ulang.  Kota ini petualang kecil yang akan membawa kita melintasi jalan berkelok kelok menuju jauh yang mendekatkan mu ke kota yang lebih tenang.  Aku ingin mengajak mu masuk ke dalam perjalanan sederhana ku, meleburkan diri bersama kearifan lokal yang akan kita temui, diri ku kawan yang hanya mampu menunggui mu bus lokal menuju perjalanan selanjutnya saling berbagi udara bersama penumpang yang lainnya, semua barang kebutuhan warga di kaki gunung annapurna juga turut menjadi penumpang tambah yang semakin membuat sesak seisi mobil.  Perut kita terguncang guncang oleh medan jalan pegunungan, bus lokal dengan kendali sang supir bus berpengalaman melewati celah demi celah jalan sempit yang hanya Bisa di lalui satu mobil, melewati jalan jalan rusak yang sedang mengalami perbaikan jalan atau sesekali bus melewati aliran sungai.

Aku beberapa kali menoleh,  memastikan engkau menikmati perjalanan ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s