Ada arah kah?

Himalaya, 17th January 2018

Bolehkah aku jatuh cinta dengan hidupku setiap hari? Aku ingin melalui mata petualanganku, kau juga bisa melihat apa yang aku lihat, merasakan apa yang aku rasakan.  sepanjang barisan gunung gunung es bercadas berselimut salju aku terus mengingat mu, aku merasa butuh perjalanan lebih jauh, agar aku bisa memutuskan kepada diri ku sendiri untuk tetap selalu menyimpan mu dan bisa merangkai mu di dalam kata kata ini, atau aku juga perlu perjalanan tanpa arah,  menyendirikan diriku agar aku tau ke mana aku harus pulang setelahnya.

 

DSC01279-01

Lihatlah barisan pucuk gunung gunung es itu, mata ku membelot keluar jendela bus reyot yang merayap rayap di punggung gunung yang curam.  Apakah jauh ini yang sedang diri ku cari? Atau aku hanya sedang membuktikan rindu bisa membawa orang ke tengah tengah keterasingan nya? Kenangan kenangan akan mu mengepung pikiran ku di tempat sedingin ini, dan selalu saja masa lalu akan mu beku sejauh apapun aku bawa diri ku sendiri pergi menjauhi kutub yang menampung kau menghabiskan waktu setiap hari nya di sana. Cukup perlu kah arah dalam pencapaian ini? Sedangkan arah itu sendiri terus membawa kenangan kenangan memasuki rongga pikiran dan mengalir melalui celah celah porip porip kulit dan menyesakan dada ku yang sempat padam. Aku belum menemukan jawaban atas ini, aku membawa beribu kata masa lalu ke dalam perjalanan baru ku. Cukup kah ini memadamkan kehilangan ku?

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s